Roli Nopriansyah

Presentasi Karya Tulis Ilmiah

Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

FLS2N 2020

Juknis FLS2N SD 2020

Kamis, 07 Mei 2026

MATH BATTLE

Math Battle
Pilih peta, gunakan Rumus Bangun Datar, dan taklukkan monster lewat gambar maupun cerita!
Design By Roli Nopriansyah

PETA MISI

Area 1
Persegi & Pjg
- - -
Area 2
Segitiga
🔒
Area 3
Jajargenjang
🔒
Area 4
Trapesium
🔒
Area 5 🌟
Ujian Campuran
🔒
AREA 6 💀
Bos Gabungan
🔒

Intel Misi

🎯 Target:


⚙️ Info Strategi:

AREA 1 Skor: 0 Musuh: 1/10
Monster muncul!
Rumus: ...

Minggu, 03 Agustus 2025

Sistem Gerak pada Manusia

Game Sistem Gerak Manusia - Kelas 6

🦴 Sistem Gerak Manusia 🏃‍♂️

Belajar dan Berlatih untuk Kelas 6 SD

Minggu, 01 Juni 2025

Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial: Tiga Pilar Teknologi Abad ke-21



Sumber Gambar: https://fahum.umsu.ac.id/blog/hati-hati-kebiasaan-ini-dapat-menghambat-fungsi-dan-kinerja-otak/

1. Apa Itu Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)?

Pembelajaran mendalam atau deep learning adalah bagian dari kecerdasan artifisial (AI) yang menggunakan jaringan saraf tiruan (neural networks) untuk menganalisis data dan membuat keputusan secara otomatis.

Karakteristik utama pembelajaran mendalam:

  • Menggunakan lapisan-lapisan jaringan saraf untuk mempelajari fitur kompleks dari data
  • Memiliki akurasi tinggi dalam pengenalan gambar, suara, dan bahasa
  • Cocok untuk menangani big data dan data tak terstruktur

Contoh penggunaan deep learning:

  • Mobil otonom
  • Deteksi kanker melalui citra medis
  • Aplikasi terjemahan otomatis

2. Apa Itu Koding dan Mengapa Penting di Dunia Digital?

Koding atau pemrograman adalah proses menulis instruksi dalam bahasa komputer untuk menjalankan tugas tertentu. Ini adalah dasar dari setiap aplikasi, situs web, dan sistem kecerdasan buatan.

Manfaat belajar koding:

  • Mengembangkan kemampuan berpikir logis dan kreatif
  • Membuka akses ke karier masa depan berbasis teknologi
  • Menjadi fondasi untuk memahami dan membangun sistem AI

Bahasa pemrograman populer:

  • Python (digunakan untuk AI dan machine learning)
  • JavaScript (untuk pengembangan web)
  • Scratch (untuk pemula dan anak-anak)

3. Mengenal Kecerdasan Artifisial (AI)

Kecerdasan Artifisial adalah cabang ilmu komputer yang memungkinkan mesin untuk meniru kemampuan berpikir manusia. Sistem AI dapat belajar dari data, mengenali pola, dan mengambil keputusan dengan sedikit atau tanpa campur tangan manusia.

Kategori AI:

  • AI sempit (narrow AI): Melakukan tugas tertentu, seperti rekomendasi produk.
  • AI umum (general AI): Mampu menyelesaikan berbagai tugas seperti manusia (masih dalam pengembangan).
  • AI super (superintelligence): Melebihi kecerdasan manusia (masih bersifat teoretis).

Penggunaan AI di kehidupan sehari-hari:

  • Asisten virtual seperti Siri dan Alexa
  • Algoritma rekomendasi YouTube dan Netflix
  • Analisis data pasar di sektor keuangan

4. Hubungan antara Koding, Pembelajaran Mendalam, dan AI

Ketiga konsep ini saling berkaitan dan membentuk fondasi teknologi digital saat ini:

Konsep Peran Utama
Koding Menulis instruksi untuk menjalankan sistem
AI (Artificial Intelligence) Menciptakan sistem cerdas yang bisa belajar
Deep Learning Teknik AI yang memanfaatkan neural networks

Tanpa koding, kita tidak bisa membangun sistem AI. Tanpa AI, sistem digital hanya bisa menjalankan instruksi statis. Tanpa deep learning, AI tidak akan bisa memahami data kompleks secara otomatis.


5. Mengapa Penting Mempelajari AI dan Koding Sejak Dini

Untuk Pendidikan:

  • Membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21
  • Mengembangkan pola pikir komputasional dan pemecahan masalah
  • Menyiapkan generasi muda menghadapi dunia kerja digital

Untuk Dunia Bisnis:

  • Meningkatkan efisiensi dan pengambilan keputusan berbasis data
  • Otomatisasi proses dengan teknologi AI
  • Membangun keunggulan kompetitif melalui inovasi digital

6. Tantangan dan Etika dalam Pengembangan AI dan Deep Learning

Meski memiliki banyak manfaat, perkembangan AI dan deep learning juga menghadirkan tantangan serius:

  • Bias algoritma yang dapat menyebabkan ketidakadilan
  • Privasi data yang harus dijaga
  • Ketergantungan pada sistem otomatis
  • Pengaruh terhadap lapangan pekerjaan manusia

Penting untuk mengembangkan AI secara etis dan bertanggung jawab, dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat luas.


Kesimpulan: Investasi Literasi Teknologi untuk Masa Depan

Belajar koding, memahami kecerdasan artifisial, dan mengeksplorasi pembelajaran mendalam bukan hanya keterampilan teknis, melainkan fondasi untuk membangun masa depan yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan.

Dengan memperkenalkan literasi digital sejak dini, baik di sekolah maupun dalam dunia kerja, kita sedang menyiapkan generasi yang tidak hanya mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga menciptakannya.





Rabu, 11 September 2024

Koneksi Pemikiran Ki Hajar Dewantara dengan Pembelajaran Modern

 

Pemikiran Ki Hajar Dewantara, terutama konsep "menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak", menjadi landasan filosofis yang kuat bagi perkembangan pendidikan di Indonesia. Konsep ini menekankan pentingnya pendidikan yang berpusat pada murid, di mana setiap individu memiliki potensi unik yang perlu dikembangkan.

Kaitan dengan Konsep Modern

  1. Pembelajaran Berdiferensiasi:
    • Menghormati Individualitas: Sama seperti pemikiran Ki Hajar Dewantara yang mengakui perbedaan individu, pembelajaran berdiferensiasi juga mengakui bahwa setiap siswa memiliki gaya belajar, minat, dan kemampuan yang berbeda.
    • Penyesuaian Pembelajaran: Konsep ini mendorong guru untuk menyesuaikan pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan individu siswa, sehingga setiap siswa dapat mencapai potensi maksimalnya.
  2. Pembelajaran Sosial Emosional (PSE):
    • Pengembangan Karakter: Ki Hajar Dewantara sangat menekankan pentingnya pendidikan karakter. PSE juga berfokus pada pengembangan keterampilan sosial dan emosional siswa, yang merupakan fondasi bagi pembentukan karakter.
    • Keseimbangan Kognitif dan Afektif: PSE melengkapi pembelajaran kognitif dengan pengembangan aspek sosial dan emosional, sejalan dengan pandangan Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan yang holistik.
  3. Supervisi Akademik Berbasis Coaching:
    • Pengembangan Profesional Guru: Supervisi berbasis coaching mendorong guru untuk terus belajar dan berkembang, sejalan dengan semangat "ing ngarso sung tulada" (di depan menjadi contoh) yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara.
    • Fokus pada Proses: Supervisi berbasis coaching lebih berfokus pada proses pembelajaran daripada hasil akhir, sejalan dengan konsep "ing madya mangun karso" (di tengah membangun semangat) yang mendorong guru untuk memfasilitasi tumbuh kembang siswa.

 Hubungan yang Lebih Detail

Konsep

Kaitan dengan Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Pembelajaran Berdiferensiasi

Menghargai perbedaan individu, sesuai dengan konsep "menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak".

Pembelajaran Sosial Emosional

Menekankan pengembangan karakter dan keseimbangan kognitif dan afektif, sejalan dengan tujuan pendidikan yang holistik.

Supervisi Akademik Berbasis Coaching

Mendukung guru untuk terus belajar dan mengembangkan diri, serta memfasilitasi tumbuh kembang siswa.

Implikasi dalam Praktik

Pemahaman akan hubungan antara pemikiran Ki Hajar Dewantara dengan konsep-konsep pendidikan modern dapat membantu guru untuk:

  • Membangun lingkungan belajar yang inklusif dan berpusat pada siswa.
  • Menerapkan pembelajaran yang bermakna dan relevan dengan kehidupan siswa.
  • Mengembangkan keterampilan sosial dan emosional siswa.
  • Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui supervisi yang berfokus pada pengembangan profesional guru.

Kesimpulan

Pemikiran Ki Hajar Dewantara tetap relevan hingga saat ini dan menjadi landasan bagi pengembangan pendidikan yang lebih baik. Dengan mengintegrasikan pemikiran beliau dengan konsep-konsep pendidikan modern, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi tumbuh kembang siswa yang seimbang antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Senin, 29 Januari 2024

IGI OKU Menyelenggarakan Kegiatan Berbagi Praktik Baik Pengelolaan E-Kinerja melalui PMM


Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Ogan Komering Ulu bekerja sama dengan IGTK Kabupaten Ogan Komering Ulu menyelenggarakan kegiatan Berbagi Praktik Baik Pengelolaan E Kinerja melalui Platform Merdeka Mengajar pada tanggal 24 Januari 2024 di Aula SMK N 2 OKU.


Surat Undangan Peserta

Pengumuman Kelulusan

Sertifikat